Monday, July 29, 2019

Misteri Belut Raksasa Penjaga Air Terjun Bubuh, Bali

Bali - Pura Toya Yeh Bubuh di Banjar Dinas Petiga Kangin, Marga, Tabanan. Pura ini kerap dijadikan tempat  meditasi oleh para penekun spiritual, di belakang Pura ini terdapat dua buah palinggih dan di baratnya ada air terjun.

Air terjun Toya Bubuh berbeda dibandingkan air terjun pada umumnya, karena berada di bawah tebing dan di bawahnya terdapat telaga serta diyakini dijaga oleh sesosok mahkluk gaib berwujud ikan julit atau belut sidat raksasa sebesar batang pohon yang merupakan tunggangan dari Ida Bhatara yang berstana di Pura ini.

Misteri Belut Raksasa Penjaga Air Terjun Bubuh
Misteri Belut Raksasa Penjaga Air Terjun Bubuh
Di dalam kolam hidup sejumlah ikan julit dalam wujud nyata yang dikeramatkan. Pada hari-hari tertentu, muncul lebih dari dua ikan julit. Bagi yang memiliki indera keenam, warna julit di sini warna-warni, tidak hanya hitam. Di lokasi inilah konon warga yang bisa memohon obat penyakit gatal.

Jero Mangku Pura Toya Yeh Bubuh, I Nyoman Suparta menambahkan, dalam babad Paliwet Tatwa dijelaskan bahwa julit dan nama Toya Bubuh berasal dari sumber air di lereng hutan Petiga. Saat itu Kerajaan Badung menyerang Kerajaan Mengwi.

Prajurit Kerajaan Mengwi lari ke Petiga. Salah seorang tokoh dari Mengwi, Ki Gede Dalem Sekalan bersama keluarga dan pengikutnya lari dikejar oleh prajurit Badung hingga tiba di pinggir Sungai Yeh Sungi yang ternyata sedang banjir bandang.

Hujan tak ada hentinya sementara teriakan para musuh semakin terdengar jelas mengejar Gede Sekalan. Tiba-tiba terlihat benda menyerupai batang pohon hanyut dari utara dan tersangkut di depannya. Benda tersebut kemudian digunakan untuk menyeberang sehingga bisa lewat Sungai Yeh Sungi. Setelah semua lewat, batang pohon tersebut bergerak dan ternyata adalah ikan julit raksasa yang diutus untuk membantu Gede Sekalan.

Ki Gede Sekalan berhasil lolos dari kejaran pasukan Kerajaan Badung. Setelah tiba di hutan Petiga, beliau menemukan sebuah air terjun. Usai minum airnya ia merasakan seperti sudah makan nasi berisi lauk, sehingga air terjun itu dinamakan Toya Bubuh. “Toya berarti air, sedangkan bubuh berarti bubur,’’

Karena kepercayaan tersebut, warga Petiga dan keturunannya pantang memakan atau menangkap ikan julit. . Tunggu info lainnya dari @calonarangtaksu . #misteri #mistis

Saya I Putu Deva Setiawan biasa dipanggil Deva Chan, ChanPit.Id adalah situs sharing informasi yang telah selama ini kami pelajari di internet mengenai tutorial, tips dan trik smartphone dan memberikan informasi berita terbaru serta membagikan kisah perjalanan

Jika ada yang masih kurang jelas, silahkan untuk bertanya pada kolom komentar di bawah ini atau dengan menghubungi kami di halaman kontak.

1. Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi komentar.
2. Komentar kami moderasi, dan tidak semuanya dipublish.
3. Semua komentar dengan menambahkan link akan dihapus dan tidak akan dipublikasikan.
EmoticonEmoticon